Language

search

Sabtu, 07 Mei 2011

Penjelasan Bentuk Alam Semesta Menyerupai Terompet Yang Siap Ditiup Malaikat Israfil Sebagai Sangkakala Share

http://penjalabaja.files.wordpress.com/2011/03/trompet-pengangkatan.jpg

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat israfil?”
Jawabnya, “Sedang membersihkan terompetnya.” Mungkin yang ada di benak kita, malaikat Israfil laksana sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya, sebelum tampil pementasan diatas panggung.

Lalu, sebenarnya seperti apa terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala – malaikat Israfil itu?

Sekitar enam tahun silam, sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan, bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau menyerupai donat atau prediksi lain yang menyebutkan bentuknya datar saja.


http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2008/05/donat.jpg
Bentuk Alam Semesta Menyerupai Donat


Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan dan tidak umum seperti biasanya, karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Dimana pada bagian ujung belakang terompet (baca : alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana Bumi dan seluruh sistem tata surya berada, merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (perhatikan gambar dibawah).






Bentuk Alam Semesta


http://winterwing.files.wordpress.com/2010/10/alam-semesta.jpg


Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60, ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda :

Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Israfil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah, apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).


Dalam hadits di atas disebutkan, sangkakala atau terompet malaikat Israfil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan Bumi. Bentuk bagaikan tanduk mengingatkan kita pada terompet orang–orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCe-WuuQrGTqTnoo1Q9Bg1YDOk-G805FrKIRjcYlKt_cyNHcg06-s8LnUqqVciSDbT0fDVKCECdgQIs9n_ocHFuwtC8lA_XhQnIZ3fdEcT57Z2cpN2zDzcH9-LnTTIXQZ3FeI96xDIPshD/s1600/trumpet2.jpg


Kalimat seluas langit dan Bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghaib) dan Bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Israfil itu melingkar membentang dari alam nyata, hingga alam ghaib.

Jika keshahihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama–rama yang hidup di tengah–tengah kaldera gunung berapi paling aktif, yang siap meletus kapan saja. Dan Allah SWT telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Israfil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi, kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.

Makhluk langit saja bisa terkejut, apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.


http://spiritlessons.com/documents/8_year_old_girl/Angel_trumpet.gif


Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk, sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak–anak jadi beruban dan setan–setan berlarian.


Ada sebuah pertanyaan yang perlu direnungkan, jika terompetnya saja sebesar itu, seperti apa pula si peniupnya? Konon seperti apalagi Sang Penciptanya? Allahu Akbar!





http://siradel.blogspot.com/2011/05/penjelasan-bentuk-alam-semesta.html#ixzz1Lfk41TOP

BANYAK ANAK BOLOS KARENA INI CUY..!!!!

1. Point BLank

pasti paLing pertama di sebut nih gan,, game FPS onLine. pasti ada di antara agan" sekaLian yg meLakukan haL ini, game ini memang Lagi sangat popuLer di antara anak-anak sekoLah, bahakan anak kecil sekarang udah banyak yang amin
ahahha

Spoiler for RF:
2. RF (Rising Force)

ini game waktu awaL" muncuL,, widiiih sepi keLas ane, penuhnya d warnet semua gan

Spoiler for RAGNAROK:
3. Ragnarok Online

Game yang termasuk jaduL,, saLah game pencetus game game onLine Lainnya,, ini game emank seru sih ane akuin,, soaLnya ini termasuk game yang ane mainin, bahkan sampai sekarang hhe,, Lanjuuud !

Spoiler for AyoDance:
4. AyoDance

naaah ini juga nih,, game joged yang ane mainin juga,, bnyk nih tmen" ane yang boLos gra" main ini,,

Spoiler for SeaL:
5. SeaL onLine

waaah game ini juga sejenis sama RF,, bisa menarik orang untuk boLos sekoLah,, ahaha..

Spoiler for DOTA/Warcraft:
6. DOTA/Warcraft

wah maaph untuk agan agan skaLian,, saya Lupa masukin nih 1 game penting ahahaha,, spertinya ini g perLu pnjeLasan Lagi deh,, wakwkakw

Spoiler for Counter Strike:
7. Counter Strike

waaah game jaduL yang ga kaLah niih,, bahkan ada tman kaskuser kita yang biLang temannya sampai di keLuarkan dari sekoLahnya

Spoiler for Getamped:
8. Getamped

game onLine tipe battLe ini juga ga mau kaLah,, menarik perhatian para peLajar hahahaha

Spoiler for HON:
9. HON

setau ane ini game ga jauh beda sama DOTA hahaha,, banyak trnyata kaskuser" di sini yang memainkannya dan beberapa di antaranya boLos karena ini maka saya masukkan game ini



 
 
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6661572

Alam Semesta Telah Dirancang Dengan Ketepatan Yang Sempurna

 
Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuan adalah apa yang disebut prinsip antropis. Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi. Dalam hal ini, seorang astronom Amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal the Unmistakable Identitiy of the creator telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari

Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km. Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa delapan menit untuk sampai ke Bumi.
Spoiler for gambar:
-Jika lebih jauh: planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
-Jika lebih dekat: planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil



2. Gravitasi di permukaan bumi

Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll.) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan harga yang berlaku di Bumi.
Spoiler for gambar:

-Jika lebih kuat: atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)
-Jika lebih lemah: atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara



3. Periode rotasi bumi

Rotasi Bumi merujuk pada gerakan berputar planet Bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.
Masa rotasi Bumi pada sumbunya dalam dalam hubungannya dengan bintang ialah 23 jam, 56 menit dan 4.091 detik. Masa rotasi dalam kaitannya dengan matahari ialah 24 jam.

Spoiler for gambar:

-Jika lebih lama: perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar
-Jika lebih cepat: kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi


4. Albedo

Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation). Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.
Spoiler for gambar:

-Jika lebih besar: Zaman es tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi


5. Aktivitas gempa
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Spoiler for gambar:

-Jika lebih besar: terlalu banyak makhluk hidup binasa
-Jika lebih kecil: bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik


6. Ketebalan kerak bumi

Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.
Spoiler for gambar:

-Jika lebih tebal: terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi
-Jika lebih tipis: aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar



7. Medan magnet bumi

Magnetosfer Bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal Bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet. Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.
Spoiler for gambar:

-Jika lebih kuat: badai elektromagnetik akan terlalu merusak
-Jika lebih lemah: kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa



8. Interaksi gravitasi dengan bulan

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. Besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun.
Spoiler for gambar:
-Jika lebih besar: efek pasang surut pada laut, atmosfer dan periode rotasi semakin merusak
-Jika lebih kecil: perubahan tidak langsung pada orbit menyebabkan ketidakstabilan iklim



9. Kadar karbondioksida dan uap air dalam atmosfer
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

Spoiler for gambar:

-Jika lebih besar: efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi
-Jika lebih kecil: efek rumah kaca tidak memadai



10. Kadar ozon dalam atmosfer

Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.
Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai 'lapisan ozon'. Ozon dihasilkan dengan pelbagai persenyawaan kimia, tetapi mekanisme utama penghasilan dan perpindahan dalam atmosfer adalah penyerapan tenaga sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

Spoiler for gambar:
-Jika lebih besar: suhu permukaan bumi terlalu rendah
-Jika lebih kecil: suhu permukaan bumi terlalu tinggi, terlalu banyak radiasi ultraviolet



Daftar di atas hanyalah sedikit contoh dari sekian banyaknya data yang melimpah tentang adanya prinsip Antropis. Namun, yang sedikit inipun cukup untuk menghancurkan mitos yang dipercaya para ilmuan materialis, yaitu bahwa keberadaan bumi beserta kehidupan yang terdapat padanya terjadi secara kebetulan melalui serangkaian persitiwa acak tanpa perencanaan. Siapapun yang mempelajari data-data ini tidak akan gagal untuk sampai pada kesimpulan bahwa bumi ini merupakan tempat yang telah dirancang dengan tingkat kerumitan yang tak terbayangkan dan dengan kesesuaian yang sempurna demi keberlangsungan kehidupan di dalamnya.





http://haxims.blogspot.com/2011/02/alam-semesta-telah-dirancang-dengan.html

Bukti-Bukti Kehidupan Awal Bumi Ada di Bulan



http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/05/110349_ilustrasi-asteroid-berukuran-raksasa-menghantam-permukaan-bumi-_300_225.jpg

Mengetahui bagaimana kehidupan dimulai di planet Bumi adalah salah satu target utama ilmu pengetahuan. Sejumlah peneliti asal Inggris memiliki teori baru. Mereka yakin kunci untuk mengetahui misteri bentuk kehidupan awal di Bumi justru berada di bulan.
Mengetahui bagaimana kehidupan dimulai di planet Bumi adalah salah satu target utama ilmu pengetahuan. Sejumlah peneliti asal Inggris memiliki teori baru. Mereka yakin kunci untuk mengetahui misteri bentuk kehidupan awal di Bumi justru berada di bulan.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/05/110349_ilustrasi-asteroid-berukuran-raksasa-menghantam-permukaan-bumi-_300_225.jpg

Peneliti menyebutkan, batu-batuan yang berasal dari planet Bumi terlempar ke bulan saat asteroid membombardir Bumi dan inner planet (planet paling dekat dengan Matahari) lainnya.

Sebagai informasi, sekitar 4 miliar tahun lalu, terjadi fenomena hujan meteor yang disebut sebagai Late Heavy Bombardment. Ketika itu, planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dihujani oleh ribuan asteroid dan meteorit yang menghantam permukaan planet.

Fenomena sangat mengerikan yang berlangsung selama 300 juta tahun itu memiliki efek beragam pada planet-planet yang ketika itu masih muda, salah satunya adalah pelontaran miliaran ton material dari permukaan planet ke luar angkasa.

Pada kasus Bumi, sebagian material itu kemungkinan berhasil tiba di Bulan. Hipotesis ini sangat masuk akal, mengingat di kutub selatan Bumi pernah dijumpai meteorit yang terbukti berasal dari planet Mars.

Untuk itu, sangatlah mungkin berasumsi bahwa planet-planet terdalam saling bertukar material saat Late Heavy Bombardment. Demikian pula dengan Bumi dan Bulan yang juga saling bertukaran material.

Menurut sejumlah pakar dari University of London Birkbeck College School of Earth Sciences, material milik Bumi itu telah mendarat di Bulan dengan mulus sehingga memungkinkan tanda-tanda biologis tetap tersimpan dengan baik.

Dikutip dari Softpedia, tim peneliti yang diketuai oleh Ian Crawford dan Emily Baldwin menyebutkan, tanda-tanda biologi itu justru tidak akan mampu bertahan di Bumi karena besarnya dampak tumbukan meteor, erosi akibat angin dan hujan, aktivitas volkanik, gempa bumi, dan penguasaan habitat oleh spesies makhluk hidup lain.

Dalam sejumlah simulasi komputer, tim peneliti menunjukkan sebongkah material yang terpental ke arah Bulan akibat tumbukan asteroid pada bumi akan mendarat di permukaan Bulan dengan kecepatan 2,5 kilometer per detik atau kurang. Dengan temperatur yang ada di Bulan, tidak ada bagian dari material itu yang mendekati tekanan puncak yang mengakibatkan material itu meleleh.

Sayangnya, teori baru ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah sampai manusia kembali pergi ke Bulan, mengumpulkan sampel bebatuan dari sejumlah lokasi, dan membawa pulang ke Bumi untuk dianalisa secara mendalam. Namun, melakukan penelitian seperti itu akan memberikan kita pengetahuan yang luar biasa akan sejarah kehidupan di planet Bumi.








http://www.apakabardunia.com/2011/05/bukti-bukti-kehidupan-awal-bumi-ada-di.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

menyur